Aw, Semester 1

Dengan segala semangat aku curahkan dalam semester 1. Memulai masa kuliah yang awalnya aku pikir akan seindah film. Teman baru yang cepat akrab. Segala masa lalu sekolah hanya kenangan. Memulai hidup baru dengan menjalin relasi baru. Berubah menjadi anak yang rajin. Organisasi yang menyenangkan. Wajah-wajah pria baru yang akan mendekati-ku. Hanyalah ekspetasi semata. Aku kira dengan tempat baru aku akan menjadi lebih baik dan berubah total. Ternyata aku salah. Betapa susahnya mencari teman. Persepsi orang tentangku selama masa pengenalan cukup terbilang tidak baik. Berusaha untuk mengubah diri total hanyalah sia-sia. Faktanya aku tidak bisa mengubah hal tersebut, menjadi murah senyum, banyak omong, dan percaya diri. Sungguh tidak bisa. Aku sudah dilabel jutek, acuh, bodo amat, penyendiri, dan pendiam. Sungguh sulit mendapatkan teman. Aku yang tipe senang sendiri, suasana tenang, hening yang akan di cap sebagi orang yang aneh. Aku coba menyapa teman yang tak ku kenal. Rasanya aneh bukan seperti diri sendiri, perasaan geli, dan sok asik. Alih-alih aku punya teman di masa pengenalan karena dia menghampiriku. Namun walaupun aku berteman sama dia, aku pun jarang ngomong karena suasana yang panas, terik, di tambah kakak-kakak yang ospek membuat aku malas untuk berbicara kepada siapapun dan hanya memikirkan kapan waktu nya selesai dan memulai belajar. Berjalannya waktu aku memulai masa perkuliahan hari pertama dengan temanku yang di masa pengenalan. Setidaknya aku mempunyai teman sebangku daripada sendiri. Aku aneh. Merasa sendiri nyaman merasa tidak sendiri tidak aman, karena aku takut pandangan orang terhadapku bahwa aku seorang yang aneh. Namun walaupun aku sudah punya teman, aku di label juga seperti itu. Pada hari pertama satu kelas yang isinya seratus lebih mahasiswa di angkatanku membuatku gugup. Karena anak komunikasi ternyata modis semua, aku seperti gembel ini namun aku merasa tidak peduli. Penampilan bukan hal utama bagiku. Memulai dengan aktivitas anak mahasiswa pada umumnya. Yah berjalan lancar dan teman juga nambah berkat teman aku. Aku sangat apatis sekali sehingga hanya kenal berberapa orang namun sebagian orang sudah mengenal teman lainnya. Dan aku merasa malu apabila teman aku menanyakan teman yang lainnya namun aku tidak tau namanya. Seru sekali sebenarnya tapi entah kenapa aku sulit sekali berbaur. Ingin berteman apabila ada yang ngajak duluan. Di semester 1 semua orang tampak rajin dan ambisius untuk mendapatkan nilai pertama yang baik, tapi berbanding terbalik denganku. Aku sering bolos di satu mata kuliah yaitu filsafat. Aku tidak suka sama sekali. Dan pada akhirnya aku mendapatkan hasil dari perbuatanku nilai yang sangat tidak baik. Ku mengacaukan semester pertamaku, aku mulai meremehkan belajar lagi. Kegagalan tidak membuat ku belajar lebih hati-hati dan melupakan usaha yang aku dapatkan pada waktu itu. Berjanji pada diri sendiri dan akan mencoba lebih baik namun aku mengingkarinya. Aku sadar semseter satu aku mengacaukan semuanya, namun aku berjanji tidak akan mengulanginya. Namun apakah aku masih sadar?

Comments