Sulitnya Masuk Perguruan Tinggi
Aku menulis blog ini pada pagi hari. Aku mau menceritakan tentang perjuanganku masuk kuliah hidupku penuh pergumulan yang dimana waktu SMA, aku tidak menginginkan bersekolah di situ. Itu karena kebodohan ku sendiri, aku terlalu asik bermain dan menyepelekan belajar. Hidup yang selalu memikirkan kesenangan semata. Aku menyadari itu semua karena kebodohanku, tapi tetap saja aku lakukan waktu SMA, begitu banyak waktu yang terbuang dan sia-sia karena ulahku sendiri. Walaupun selama 3 tahun aku sekolah selalu mendapatkan 10 besar namun itu tidak membuat aku bahagia. Selalu ingin berubah pada masa-masa itu tapi hanya berjalan berberapa hari saja dan selalu mengulangi hal bodoh. Di masa-masa akhir sekolah aku mulai memutuskan rantai pertemanan dengan teman yang tidak membuatku maju, selalu terbuai dalam kesenangan, gosip dan gibah. Hasilnya kukira bakal baik-baik saja, tapi malah jadi cobaan terberat ku menjalani kehidupan akhir SMA-ku tanpa teman. Karena pada masa itu aku ingin fokus masuk dalam dunia perkuliahan. Aku mulai belajar, membeli buku. Belajar, belajar, dan belajar. Aku mendapatkan kesempatan untuk SNMPTN namun karena keinginan orang tua ku, untuk aku masuk kedokteran. Aku memilih jurusan kedokteran. Ya, namun sirna begitu saja. Aku gagal. Itu membuatku nangis dalam hari itu tanpa henti dan merasa aku tidak bakal bisa masuk kuliah. Keinginan orang tua-ku saat itu menjadi dokter, namun aku merasa tidak. Aku hidup 20 tahun yang dimana semua diatur dan dikendalikan orang tua ku. Aku membenci hal itu dan tidak bisa menghindari hal itu. Suatu hari tes ujian SBMPTN aku tetep dengan keinginan orang tua-ku masuk kedokteran. Ya, tidak lulus lagi merasa gagal dan kecewa. Benci kepada diriku sendiri. Usaha ku selama ini tidak ada apa-apanya. Karena kebodohan ku melalaikan belajar. Aku belajar pada saat penghujung SMA dan mengharapkan bakal lulus dengan usaha seminim itu. Aku sudah merasa jatuh, gagal, dan pasti tidak akan bisa masuk lagi. Insecure sama teman-teman yang sudah berhasil masuk. Mengurungkan diri dan intropeksi diri. Aku sadar akan kelalaian ku. Dan menyalahkan diri sendiri serta orang tua. “Mengapa saat itu aku kuliah ikutin kemauan orang tuaku, mengapa tidak ikutin kata hati sendiri?”. Aku kira sudah selesai dan bakal ikutin tes tahun depan. Akan tetapi dalam universitas itu masih membuka pendaftaran secara Mandiri dan itu juga tes. Aku memulai dengan semangat lagi dan belajar. Pada suatu hari aku merasa minder lagi karena yang mengikuti tes itu juga ribuan. Dan aku mulai pesimis, tetapi aku tetap mencoba dan serahkan kepada Tuhan hasil tes aku. Saat itu jurusan yang aku mau tidak sedikit orang memilihnya dan merasa hopeless. Namun aku tetap bersabar dan menunggu hasil akhirnya keluar. Lama menunggu, pada malam itu link pengumuman lulus sudah dibuka, aku mencoba menuliskan nomor pendaftaran ku dan aku dinyatakan lulus. Akan tetapi, saat itu servernya sedang error dan hasilnya tidak pasti. Ingin nangis lagi apakah benar harus kuliah tahun depan dan sedih banget. Aku tidak ingin membuka nya lagi dan sudah menyerah. Lalu rasa penasaran ku ingin memastikan muncul berberapa hari aku mencoba membuka lagi dengan server yang tidak error. Dan Yah, aku Lulus. Jurusan yang aku inginkan, Ilmu Komunikasi. Sangat senang, bersyukur, dan belajar dari pengalaman masa lalu. Tapi apakah aku sadar? masih tidak juga, masih menyepelekan belajar. Jiwa malas ku mulai tumbuh lagi. Selanjutnya akan kubahas lagi tentang kuliahku dan masa dimana apa aku salah memilih jurusan.
love,
dr
Comments
Post a Comment